Sabtu, 06 September 2014

Kisah Teladan

seringkali kita menyimpan prasangka terhadap hamba Allah, mengkritiknya dalam hati dan tidak mnanyakannya secara langsung. semoga kisah teladan di bawah ini membekaskan ibroh bagi kita.

Suatu ketika di bulan Ramadhan, di pengajian rutin di Masjid Iman di Damascus, almarhum sidna sheikh Al Buty pernah bercerita begini, 

“Ada sebuah cerita, berkali-kali saya pikirkan untuk bercerita, tapi saya ragu,kali ini saya akan menceritakannya, adaseorang akh yang selalu rutin hadir di pengajian ini, tapi sepertinya selama bulan Ramadhan dia tidak datang, insyallah dia orang yang shaleh. 

Dia memiliki jenggot yang tebal, suatu hari saya melihatnya mencukur jenggot itu lebih dari biasanya, terlalu tipis, sudah hampir habis dicukur, terbesit dalam pikiran saya untuk mengkritiknya, kenapa kamu mencukur jenggotmu seperti itu, mendingan kalau memang dasarnya kamu tidak punya jenggot atau jenggotmu tipis, tidak masalah.
 

Tapi kritikan itu belum saya utarakan, masih bisikan dalam hati.Ternyata Allah ingin menegur saya, ketika saya ke tukang cukur, tanpa sengaja tukang cukur itu mencukur jenggot saya hampir habis, sayapun kesal, saat itu saya langsung teringat apa yang saya pikirkan tentang akh yang kemarin ingin saya kritik, akh itu tidak hadir disini hari ini, tapi insyallah besok saya akan menemui dia dan minta maaf”.

Tiba-tiba beliau menangis, dengan suara terpatah-patah beliau menambahkan, “wahai saudaraku, kita tidak boleh mengkritik orang lain, apalagi kritikan dalam hati, itu bagian dari suu zhon pada hamba Allah, kalau memang ada kejanggalan silahkan tanya kepada yang bersangkutan, konfirmasi, bicara baik-baik, jangan seperti saya ini, saya merasa dengan mengkritik dia saya sudah berbuat baik, saya berdoa semoga Allah menganugerahi kita adab dan akhlak yang baik saat memperlakukan hamba-hamba-Nya”.

Imam Abu Wael, seorang Tabiin, berkatasaat orang-orang mencaci Hajjaj bin Yusuf di sebuah majlis, “Janganlah seperti itu, siapa tahu dia tengah malamberdoa, Ya Allah ampunilah aku dan Allah telah mengampuninya”.Allah Yarhamak sayyidi Al Buty, selama hidupmu engkau selalu mengajarkan kamiuntuk selalu husnu dhan dan berprasangka baik kepada hamba-hambaAllah, siapapun mereka… :(

Tidak ada komentar:

Posting Komentar